April 28, 2026

Sonia Resh | Tutorial Makeup Hingga Tren Kecantikan

Sonia Resh siap membagikan tips dari makeup artist profesional, seperti tutorial makeup, tren kecantikan terbaru, serta bagaimana memilih produk makeup yang tepat.

Skincare Lokal: 10 Brand yang Merajai Marketplace Indonesia
Maret 16, 2026 | DsHk52

Skincare Lokal: 10 Brand yang Merajai Marketplace Indonesia

Skincare Lokal: 10 Brand yang Merajai Marketplace Indonesia – Beberapa tahun lalu, meja rias masyarakat Indonesia mungkin didominasi oleh merek-merek dari Korea Selatan, Amerika, atau Eropa. Namun, peta kekuatan industri kecantikan kini telah berubah drastis. Produk perawatan kulit alias skincare lokal kini bukan lagi sekadar alternatif murah, melainkan pilihan utama yang kualitasnya berani diadu.

Fenomena ini bukan tanpa alasan. Formulasi yang diracik khusus untuk iklim tropis serta harga yang lebih bersahabat membuat brand lokal kian dicintai. Berdasarkan data dari Compas pada kuartal II – 2022, kategori skincare mencatatkan angka penjualan yang fantastis, yakni mencapai Rp292,4 miliar dengan total 3,8 juta transaksi di berbagai online marketplace.

Lantas, siapa saja pemain lokal yang berhasil memenangkan hati konsumen? Berikut adalah ulasan 10 brand skincare lokal terlaris yang berhasil mendominasi pasar digital.

Skincare Lokal: 10 Brand yang Merajai Marketplace Indonesia

1. Somethinc: Si Pendatang Baru yang Langsung Melesat

Lahir di tahun 2019, Somethinc membuktikan bahwa usia bukan hambatan untuk menjadi pemimpin pasar. Dengan total penjualan mencapai Rp53,2 miliar, brand ini sukses nangkring di posisi puncak. Kekuatannya terletak pada inovasi produk yang sangat cepat dan keberanian mereka menghadirkan bahan aktif berkualitas tinggi yang biasanya hanya ditemukan pada brand premium internasional.

2. Scarlett: Spesialis Kulit Cerah

Berawal dari produk perawatan tubuh, Scarlett yang didirikan oleh artis Felicya Angelista ini sukses mengekspansi lini skincare-nya. Dengan mengantongi penjualan sebesar Rp40,9 miliar, produk seperti Acne Serum menjadi salah satu primadona. Strategi pemasaran yang masif membuat brand ini sangat melekat di telinga masyarakat Indonesia.

3. MS Glow: Kepercayaan dari Klinik ke Rumah

MS Glow berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp29,4 miliar. Keunggulannya terletak pada variasi paket perawatan yang disesuaikan dengan jenis kulit, mulai dari paket pencerah hingga solusi jerawat. Menariknya, mereka juga jeli melihat peluang dengan menghadirkan lini MS Glow Men untuk memenuhi kebutuhan pria yang kini semakin sadar akan kesehatan kulit.

4. Avoskin: Pionir Konsep “Green Beauty”

Mengusung konsep kecantikan berkelanjutan, Avoskin meraih penjualan Rp28 miliar. Brand ini sangat digemari oleh pemilik kulit sensitif karena konsisten menggunakan bahan-bahan alami seperti tea tree dan aloe vera. Produk mereka sering dianggap sebagai “holy grail” bagi mereka yang mengutamakan keamanan bahan jangka panjang.

5. Whitelab: Fokus pada Hasil Nyata

Meskipun baru muncul di awal pandemi (Maret 2020), Whitelab langsung tancap gas ke posisi lima besar dengan penjualan Rp25,3 miliar. Produk Brightening Face Serum mereka menjadi bukti bahwa konsumen Indonesia sangat menyukai produk yang memberikan hasil nyata dalam mencerahkan wajah dengan harga yang tetap logis.

6. Azarine: Inovasi Sunscreen yang Viral

Azarine sempat menghebohkan publik saat menggandeng aktor ternama Lee Min Ho sebagai duta merek. Namun, bukan cuma soal promosi, produk sunscreen mereka memang diakui memiliki tekstur yang ringan dan nyaman untuk kulit tropis. Keberhasilan ini membawa Azarine meraup angka penjualan sebesar Rp22,8 miliar.

7. Wardah: Sang Legenda yang Tetap Eksis

Sebagai pionir kosmetik halal di Indonesia, Wardah tetap menunjukkan taringnya di kategori skincare dengan penjualan Rp18,3 miliar. Inovasi laboratorium mereka yang terus berkembang memastikan setiap produknya aman dan sesuai dengan kebutuhan perempuan Indonesia dari berbagai kelompok usia.

8. Erha: Solusi Medis yang Mudah Diakses

Dulu, kita harus mengantre di klinik untuk mendapatkan produk Erha. Kini, aksesibilitas mereka di marketplace membawa keuntungan besar dengan raihan Rp11,5 miliar. Kepercayaan konsumen terhadap latar belakang medis Erha membuat produk mereka tetap dicari meskipun banyak kompetitor baru bermunculan.

9. Emina: Sahabat Karib Remaja

Emina mengerti betul segmen pasar remaja yang baru mulai mencoba skincare. Dengan kemasan yang menggemaskan dan harga yang sangat ramah kantong pelajar, Emina berhasil membukukan penjualan Rp7,4 miliar. Fokus pada produk yang ringan seperti face wash dan moisturizer harian adalah kunci sukses mereka.

10. Bio Beauty Lab: Kekuatan Face Oil

Menutup daftar 10 besar, ada Bio Beauty Lab dengan penjualan Rp5,7 miliar. Brand ini membuktikan bahwa produk yang sangat spesifik seperti face oil bisa sukses besar jika memiliki kualitas unggulan. Dukungan dari para beauty influencer membuat produk luxurious oil mereka menjadi barang wajib punya bagi banyak orang.

Persaingan di industri kecantikan lokal saat ini memang sangat ketat, namun hal ini justru menguntungkan kita sebagai konsumen. Brand lokal tidak lagi hanya mengekor tren luar negeri, tetapi mulai menciptakan standar baru yang lebih relevan bagi kulit masyarakat Indonesia.

Share: Facebook Twitter Linkedin
Tips Memilih Produk Kecantikan Sesuai Jenis Kulit
Maret 13, 2026 | DsHk52

Jangan Asal Glowing! Panduan Cerdas Memilih Produk Kecantikan

Jangan Asal Glowing! Panduan Cerdas Memilih Produk Kecantikan – Di tengah gempuran tren skincare yang terus berganti, rasanya sulit untuk tidak tergiur mencoba produk terbaru yang sedang viral. Namun, satu hal yang sering kita lupakan adalah setiap kulit memiliki “kepribadian” yang berbeda. Menggunakan produk kecantikan bukan sekadar soal mengikuti tren, melainkan tentang kecocokan. Jika tidak hati-hati, niat hati ingin punya wajah glowing, malah bisa berakhir dengan masalah kulit baru.

Sinyal Bahaya: Tanda Produk Skincare Tidak Cocok

Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus peka terhadap sinyal yang diberikan oleh kulit. Seringkali kulit “berteriak” saat ia tidak menyukai produk yang kita aplikasikan. Berikut adalah beberapa tanda yang wajib kamu waspadai:

  1. Iritasi dan Kemerahan yang Membandel Wajar jika kulit memerlukan waktu sedikit untuk beradaptasi dengan produk baru. Namun, jika dalam waktu seminggu kulitmu justru meradang atau muncul bercak merah yang tak kunjung hilang, itu adalah lampu merah. Jangan dipaksakan, karena bisa jadi bahan di dalamnya terlalu keras untukmu.

  2. Rasa Gatal yang Mengganggu Produk kecantikan seharusnya memberikan rasa nyaman dan segar. Jika setelah pemakaian kulitmu terasa gatal atau seperti “kitit-kitit” yang tidak wajar, segera hentikan. Rasa gatal adalah indikator utama adanya reaksi alergi atau ketidakcocokan formula.

  3. Hasil yang Stagnan (Tidak Ada Perubahan) Cara paling mudah memantaunya adalah dengan melakukan selfie sebelum mencoba produk baru. Bandingkan foto tersebut setelah 10 hingga 14 hari pemakaian. Jika tidak ada perubahan positif sama sekali, kemungkinan besar produk tersebut tidak memberikan manfaat fungsional atau kandungannya terlalu lemah untuk kebutuhan kulitmu.

Mengenal Karakter Kulitmu: Strategi Memilih yang Tepat

Tips Memilih Produk Kecantikan Sesuai Jenis Kulit

Kunci dari efektivitas skincare adalah sinkronisasi antara kandungan bahan dengan jenis kulit. Memaksakan produk untuk kulit berminyak pada kulit yang kering hanya akan membuat keseimbangan alami kulit rusak.

1. Kulit Kering: Fokus pada Hidrasi dan Perlindungan

Pemilik kulit kering sangat rentan terhadap penuaan dini dan tekstur yang kasar. Hindari produk yang mengandung alkohol tinggi karena akan “menyedot” kelembapan alami wajahmu. Carilah produk dengan pH seimbang dan bahan-bahan alami yang mampu mengunci air di dalam kulit. Tujuannya adalah menjaga agar kulit tetap kenyal dan meminimalisir garis halus.

2. Kulit Berminyak: Cari yang Ringan dan Cepat Meresap

Mitos terbesar adalah kulit berminyak tidak butuh pelembap. Padahal, jika kulit kekurangan hidrasi, ia justru akan memproduksi minyak lebih banyak. Rahasianya adalah memilih tekstur yang ringan dan mampu meresap sempurna tanpa meninggalkan kesan kilap atau lengket. Pelembap di pagi hari sangat krusial untuk mengontrol produksi sebum sepanjang hari.

3. Kulit Kombinasi: Seni Menyeimbangkan Area T-Zone

Memiliki kulit kombinasi memang agak menantang karena kamu berurusan dengan area berminyak di dahi dan hidung, namun kering di bagian pipi. Hindari penggunaan sabun batangan yang keras. Gunakan pembersih (cleanser) bertekstur gel atau krim yang mampu menyerap minyak berlebih sekaligus memberikan hidrasi di area yang kering.

4. Kulit Normal: Tetap Butuh Nutrisi

Jangan terlena karena kulitmu terlihat baik-baik saja. Kulit normal tetap membutuhkan perawatan untuk mempertahankan elastisitasnya. Pilihlah produk dengan komposisi bahan yang seimbang untuk menjaga kelembapan alami agar kulit tetap sehat dalam jangka panjang.

Tips Tambahan Sebelum Membeli

Sebelum kamu mengeluarkan uang untuk membeli produk kecantikan, pastikan untuk selalu membaca ulasan (review) dari pengguna lain yang memiliki jenis kulit serupa. Selain itu, teliti daftar bahannya. Hindari kandungan kimia berbahaya dan pastikan produk tersebut sudah memiliki izin resmi.

Ingat, kulit adalah investasi jangka panjang. Menggunakan produk yang tepat bukan hanya soal kecantikan sesaat, tapi tentang menjaga kesehatan organ terluar tubuh kita agar tetap berfungsi maksimal hingga usia tua.

Share: Facebook Twitter Linkedin